Bekantan Tarakan

Habitat Bekantan Kian Terjepit Pembangunan Kota Tarakan

Tiketmasukwisata.com. Habitat Bekantan Kian Terjepit Pembangunan Kota Tarakan. Kota Tarakan menjadis alah satu kota terpenting di kawasan utara Indonesia, menjadi pintu gerbang Kalimantan Utara menjadikan Kota Tarakan terus bergelut dalam pembangunan

Konservasi Mangrove dan Bekantan
Konservasi Mangrove dan Bekantan

Sebuah keputusan memang selalu mengandung resiko yang ditimbulkan, demikian juga Kota Tarakan yang giat membangun harus dihadapkan pada dilema habitat Bekantan yang hidup di kawasan konervasi mangrove seluas 22 ha. Bekantan adalah monyet hidung besar yang pemalu kini mulai berkurang populasinya di habitatnya yang sekililingnya sudah ada perumahan dan pabrik

Memang saat ini Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Kota Tarakan menjadi salah satu primadona tempat wisata yang murah meriah, masih terkelola dengan baik tapi apakah kedepan bekantan mampu bertahan dalam riuhnya kota Tarakan yang semakin berkembang ?

Lokasi kawasan konservasi mangrove dan bekatan ternyata dekat dengan hotel yang saya inapi, yah bisa nih jalan kaki kesana eh maksudnya mau liat bekantan sudah jauh-jauh ke Tarakan yah wajib lihat bekantan yang sudah sangat jarang ditemui di luar Tarakan.

Sendal jepit, celana pendek dan kaos oblong tentu dengan kamera murahan sayapun berjalan menyusuri jalan protokol di kota tarakan yang mulai padat, bahkan panas matahari sangat terasa menusuk kulit yah maklumlah Kota Tarakan terletak di sebuah pulau yang tidak begitu besar.

Komplek pertokan di kanan kiri jalan menuju kawasan konservasi mangrove dan bekantan menunjukkan bahwa ekistensi bekantan bisa terancam beberapa tahun kedepan. Dengan merogoh kocek yang sangat murah gak sampai 10 ribu rupiah untuk tiket masuk wisata Konservasi Mangrove dan Bekantan saya kemudian mulai menyusuri jalan yang terbuat dari balok-balok kayu hutan yang lebarnya hanya sekitar dua depa.

Suasana sore itu sangat ramai banyak wisatawan lokal yang berkunjung bersama keluarga ada juga di bangku-bangku yang disediakan telah dipenuhi muda-mudi yang saling bercengkrama seperti burung elang yang ada di kandang di salah satu rumah untuk burung tersebut.

Bertemukah saya dengan bekantan?
setelah berjalan berkeliling hingga memutar tak satupun bekantan yang menampakkan hidung panjangnya berdasarkan informasi yang saya terima dari penjaga bekantan keluar biasanya pagi hari, well ini sore hari jadi mungkin tidak akan bertemu dengan keluarga monyet yang unik ini.

Miris, diujung konservasi ini ternyata ada pabrik yang sedang produksi, suara bising nya mungkin juga menjadi penyebab bekantan malas keluar dari dalam hutan mangrove yang sangat lebat ya guest. Sayapun melanjutkan perjalanan namun sesekali saya memperhatikan akar-akar mangrove yang berbeda satu dengan yang lainnya karena emang beda jenis, ada beberapa macam jenis mangrove di sini tapi saya kurang paham.

Sedangkan disisi kirinya tampak perumahan masyarakat yang hanya terpisah sebuah parit yang gak begitu besar, saya hanya bertanya dalam hati sampai kapan bekantan ini bisa bertahan dalam himpitan roda pembangunan? yang pasti setelah saya dekat pintu keluar ada bekantan muda yang sedang sakit berada di dalam kurungan, nih fotonya…

Bekantan Tarakan
Foto Bekantan Tarakan
Bekantan Tarakan
Bekantan Tarakan

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.