situs cagar budaya peningki lima tarakan

Napak Tilas Perang di Situs Cagar Budaya Peningki Lima Tarakan

Tiketmasukwisata.com. Napak Tilas Perang di Situs Cagar Budaya Peningki Lima Tarakan. Mendengar kata-kata perang memang bikin bergidik demikian juga ketika Mas Momo driver yang disewa kantor tempatku bekerja untuk mengantarkan kemanapun aku pergi selama bertugas beberapa hari di Kalimantan Utara

Meriam di Tarakan
Meriam di Tarakan

Setelah berkunjung ke beberapa dinas terkait dengan program adaptasi perubahan iklim di Tarakan, siang hari Mas Momo mengajak berkeliling Kota Tarakan, termasuk mengunjungi Napak tilas Perang Situs Cagar Budaya Peningki Lima yang merupakan basis pertahanan Belanda dari serangan laut untuk melindungi pelabuhan laut, udara dan kawasan tambang minyak tarakan yang kini di kelola oleh Pertamina

Situs cagar alam Peningki Lima terletak disebuah bukit yang sudah dekat dengan laut yang saat ini sebagai tempat berlabuh kapal TNI AL, situs ini merupakan benteng yang dilengkai dengan meriam buatan jerman 1902, jadi buset dah meriamnya gede banget guest… ada juga gudang peluru dan logistik, termasuk juga bungker bawah tanah yang sayangnya saat ini terendam air sehingga orang takut untuk memasukkinya karena bisa saja didalamnya ada binatang berbisa atau benda berbahaya lainnya.

Ada jalan setapak berpaving dan berundak-undak menuju ke lokasi Meriam dan bungker bawah tanah sedangkan di puncak bukit biasanya ada beberapa orang muda mudi yang sedang berkumpul bercengkrama atau pacaran juga ada selama saya berada di lokasi yang tentunya penuh kenangan peperangan.

Ada sekitar 6 buah meriam yang posisinya menghadap ke laut, dengan kondisi meriam secara umum masih ada meskipun banyak mengalami kerusakan dari beberapa komponen meriam pun ada yang hilang, vandalisme, dan akibat dari pengaruh alam karena posisi meriam yang berada di luar.

Silinder Dudukan Shield
Tinggi : 1,7 Meter Tinggi Belakang : 2 Meter
Keliling Atas : 2,20 Meter Tinggi Belakang dari Tanah : 2,80 Meter
Keliling Bawah : 5,5 Meter Lebar Depan : 1,2 Meter
Barrel/Laras Lebar Belakang : 1,88 Meter
Panjang : 3 Meter Tinggi Depan : 1,2 Meter
Diameter Luar : 13 cm Tinggi Depan dari Tanah : 2,25 Meter
Diameter Dalam (Caliber) : 7,5 cm Tebal : 5,5 cm

Saat ini kawasan situs Cagar Budaya Peningki Lama merupakan museum terbuka di Kota Tarakan, hanya berjarak sekitar setengah jam menggunakan mobil dari pusat Kota Tarakan menuju ke arah selatan di ujung Tarakan.

Tarakan memang menjadi  salah satu bagian wilayah yang sangat penting untuk Hindia Belanda sekitar tahun 1941 karena sebagai pusat produksi minyak yang dapat memproduksi 80.000 barrel minyak setiap bulan.

Sebelum perang dunia kedua, Tarakan menghasilkan 6 juta barrel minyak setiap tahun. Sejarah perminyakan di Tarakan dimulai dari tahun 1897.  Sumber daya alam Tarakan sangat menguntungkan dan menjadi rebutan berbagai bangsa untuk mendapatkan minyak bumi.

Untuk itu lah pemerintah kolonial Belanda berusaha mempertahankan Tarakan dengan sejumlah kekuatan baik kekuatan darat, laut, dan udara, belanda kemudian membangun sejumlah bunker, meriam pantai, dan sejumlah bangunan pengintai.

Pertempuran Tarakan terjadi pada tanggal 11 dan 12 Januari 1942. Meskipun Tarakan hanya pulau kecil berawa-rawa, tetapi terdapat 700 sumur minyak, penyulingan minyak, dan lapangan udara yang merupakan tujuan utama Kekaisaran Jepang dalam Perang Pasifik

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.